Resensi Novel Siti Nurbaya Karya Marah Rusli

Belakangan ini resensi novel siti nurbaya karya dari marah rusli sedang menjadi perbincangan di media sosial. Ada apa dengan resensi novel tersebut? lalu apa kelebihan serta kekurangan dari novel siti nurbaya hingga memiliki banyak peminat?

Kamu tidak perlu khawatir dan penasaran karena kami akan mengulas novel karya marah rusli mulai dari identitas buku, sinopsis, unsur intrinsik dan juga kelebihan dan kekurangan.

Jangan lewatkan informasi yang akan kami sampaikan di bawah ini.

Resensi Novel Siti Nurbaya

Berikut ini kami akan menjelaskan identitas dari buku siti nurbaya yang sedang dicari oleh banyak orang.

  • Judul Buku: Siti Nurbaya (Kasih Tak Sampai)
  • Author: Marah Rusli
  • Penerbit: Balai Pustaka
  • Tempat Terbit: Kota Jakarta
  • Terbit: Tahun 2008
  • Cetakan ke: 44
  • Tebal Buku: 271 halaman
  • ISBN: 978-979-907-167-0

Sinopsis Novel Siti Nurbaya Full Episode

Saat masih kecil, ibunda Siti Nurbaya meninggal dunia. Dapat mengatakan bahwa inilah titik awal penderitaan hidupnya, sejak saat itu hingga ia dewasa dan memahami cinta yang ia jalani hanya dengan ayahnya, Sulaiman, yang sangat ia cintai.

Ayahnya adalah seorang saudagar terkenal di kota Padang. Sebagian modal usahanya meminjam dari seorang pemberi pinjaman bernama Datuk Maringgih.

Pada awalnya, bisnis ayah Sulaiman berkembang pesat, sesuatu yang tidak mengharapkan oleh rentenir seperti Datuk Maringgi. Untuk menunjukkan keserakahannya, Datuk Maringgih memerintahkan beberapa anak buahnya untuk membakar semua kios milik ayah Sulaiman, sehingga menghancurkan bisnis ayah Sulaiman.

ia jatuh miskin dan tidak bisa lagi membayar hutangnya kepada Datuk Meringgih dan inilah kesempatan yang dia tunggu-tunggu. Datuk Maringgih memaksa ayah Sulaiman yang tak berdaya untuk melunasi utangnya. Dan hutang tersebut menganggap lunas jika ayah Sulaiman ingin memberikan putrinya Siti Nurbaya kepada Datuk Meringgih.

Menghadapi kenyataan ini, ayah Sulaiman yang sudah tidak mampu lagi melunasi utangnya tidak menemukan pilihan lain selain pilihan Datuk Meringgih. Siti nurbaya menangis melihat kenyataan bahwa dia cantik dan masih sangat muda untuk menikah dengan Datuk Meringgih, yang sudah tua, keriput dan kulitnya kasar.

Lebih sedih lagi ketika Siti Nurbaya ingat pacarnya Samsul Bahri belajar di Stovia Jakarta, itu benar-benar kerja keras tetapi untuk keselamatan dan kebahagiaan ayahnya, ia siap mengorbankan kehormatannya dengan Datuk Meringgih.

Syamsul Bahri yang berada di Jakarta mengetahui kejadian tersebut. Selanjutnya, Siti Nurabya mengirimkan surat yang menceritakan nasib keluarganya.

Suatu hari ketika Syamsul Bahri sedang berlibur di Padang, ia dapat bertemu secara langsung dengan Siti Nurbaya yang telah resmi menjadi istri Datuk Meringgih. Pertemuan tersebut terlihat oleh Datuk Meringgi, sehingga menimbulkan kegemparan di masyarakat. Siti Nurbaya menangis di samping ayahnya yang sedang sakit keras. Ayah Sulaiman mencoba untuk bangun tetapi dia akhirnya jatuh dan mengambil nafas terakhirnya.

Mendengar hal itu, ayah Samsyul Bahri, Sultan Mahmud syah yang kebetulan penguasa kota Padang, merasa malu dengan perbuatan anaknya, sehingga Syamsul Bahri harus kembali ke Jakarta dan berjanji tidak akan kembali bersama keluarga di Padang. . Datuk Maringgih juga tidak tinggal diam karena Siti Nurbaya keluar dari sekolah.

Beberapa saat kemudian, siti nurbaya meninggal setelah memakan jeruk nipis beracun yang sengaja diberikan kepadanya oleh kaki tangan Datuk Maringgih. Dan kematian Siti Nurbaya didengar oleh Syamsul Bahri, sehingga dia menjadi putus asa dan mencoba bunuh diri, tetapi untungnya, sejak itu Syamsul Bahri tidak meninggal dan tidak melanjutkan sekolah tetapi bergabung dengan militer. .

Sepuluh tahun kemudian, konon di kota Padang kerusuhan dan tindak kriminal kerap terjadi akibat ulah Datuk Meringgih dan anak buahnya Syamsul Bahri yang berpangkat letnan dikerahkan untuk menjaga keamanan. Syamsul yang berganti nama menjadi Letnan Mas langsung menyerbu ke Kota Padang.

Saat bertemu dengan Datu Meringgih saat terjadi gangguan jiwa, Syamsul Bahri menyergap Datuk Marnggih ke tanah, namun sebelum mati, ia memotong Syamsul Bahri dengan pawang.

Syamsul basri alias letnan mas segera ke rumah sakit di saat-saat terakhir sebelum kematiannya, ia meminta untuk mempertemukan kembali dengan ayahnya, tetapi kematian membawanya sebelum syamsul bahri bisa melihat ayahnya.

Baca Juga: Baca Novel Dua Belas Cerita Glen Anggara PDF

Unsur Intrinsik Novel Siti Nurbaya Karya Marah Rusli

Untuk yang penasaran dengan unsur intrinsik dari novel siti nurbaya maka kamu bisa membacanya di bawah ini.

Tema

Siti Nurbaya dianggap menulis tentang anti-pemaksaan atau menjelaskan konflik antara nilai-nilai Timur dan Barat, novel ini juga menyajikan tentang masa perjuangan perempuan-perempuan muda yang anti adat sejak lama. Seperti hubungan Siti Nurbaya dan Syamsul di luar masyarakat. Dia menunjukkan bahwa novel ini adalah pembanding antara perspektif Barat dan kuno.

Watak Tokoh (Penokohan)

Tokoh ke-1

Siti Nurbaya adalah wanita yang manis, penurut dan setia. Siti Nurbaya adalah salah satu karakter utama, dia adalah karakter yang dapat membuat keputusan sendiri seperti ketika dia memutuskan untuk menikahi Datuk Meringgih ketika ayahnya terancam, kesedihannya mendorong Syamsul dan ia melarikan diri dari Datuk Meringgih setelah kematian ayahnya.

Tokoh ke-2

Syamsul bahri adalah pemeran utama pria. Dia tergambar sebagai pria berkulit terang dengan mata hitam seperti tinta, dan dari kejauhan ia mengira ia orang Belanda. Penampilannya yang menarik termasuk sebagai manifestasi dari sifatnya yang baik dan beradab.

Tokoh ke-3

Datuk meringis, benci, iri, dengki, ia adalah tokoh antagonis utama novel tersebut. Ia adalah seorang saudagar yang tumbuh dalam keluarga miskin, selanjutnya menjadi kaya raya setelah memasuki dunia kriminal.

Tokoh ke-4

Ayah tercinta Sulaiman dan Sultan Mahmud Syah itu bijaksana, sopan dan ramah.

Alur 

Alur yang terpakai dalam novel “Siti Nurbaya” adalah alur maju dimana cerita bermula dengan penjelasan, kerumitan, klimaks dan pada akhir dengan pemecahan masalah. Dalam cerita ini, penulis menggunakan sudut pandang orang ketiga yaitu penulis menceritakan kisah seseorang bernama Siti Nurbaya dan kekasihnya bernama Syamsul Hadi.

Amanat

Dalam novel berjudul Siti Nurbaya, pesan utama novel ini adalah dialog panjang antara tokoh dengan dikotomi moral.
Cinta tidak memaksa dan tidak dapat terkendali, kita tidak dapat menjaganya dalam batas-batas, karena hakikat cinta adalah kebebasan.

Demi orang yang ia cintai, seorang wanita rela mengorbankan apa pun mengetahui bahwa pengorbanan tersebut dapat menyakitinya, terutama demi orang tuanya, dan akhirnya, orang tua harus lebih bijaksana dalam mengambil keputusan materi hanya untuk menutupi hal-hal semata. rasa malu sehingga dapat membawa penyesalan yang tak terhitung jumlahnya, dan akhir dari semua kehidupan adalah kematian, tetapi kematian tidak boleh dilihat sebagai masalah mengakhiri kehidupan.

Kelebihan dan Kekurangan Novel Siti Nurbaya

Berikut ini kami akan menjelaskan apa saja kelebihan dan kekurangan yang ada di novel karya marah rusli berjudul “siti nurbaya”.

Kelebihan

Novel ini menceritakan kisah yang menyentuh dengan mengungkapkan aspek manusia yang kompleks yang melibatkan cinta, kekejaman, dan kisah tragis. Singkatnya, buku ini mengangkat topik cinta yang kompleks. Sehingga kita bisa mendapatkan cerita yang berbeda dari biasanya.

Kekurangan

Seseorang akan kesulitan memahami bahasa dari novel ini, sehingga pembaca harus membaca dan membaca ulang berkali-kali untuk memahami isi cerita, khususnya remaja.

Baca Juga: Link Novel Mariposa 2 PDF Google Drive

Akhir Kata

Resensi Novel Siti Nurbaya menjelaskan secara rinci bahwa beliau memberikan pengalaman yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, karena cerita tersebut menggambarkan nilai-nilai baik, sosial budaya, agama dan pendidikan, seperti itu Mengingat sikap yang baik, yang harus kita lakukan. menganggap sebagai Datuk Meringgih, yang selalu mengganggu orang lain.

Tinggalkan komentar